Melalui Program Pengomposan, Mahasiswa BBK UNAIR Dorong Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Masyarakat di Desa Karangtinggil
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja di bidang lingkungan dengan judul Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Metode Pengomposan di Desa Karangtinggil. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
Desa Karangtinggil hingga saat ini belum memiliki sistem pengolahan sampah yang terstruktur. Sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat umumnya hanya dibakar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta menghilangkan peluang pemanfaatan sampah organik sebagai sumber daya bernilai guna. Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi program kerja lingkungan yang berfokus pada pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu (18/1/2026) bertempat di Balai Desa Karangtinggil, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Sasaran kegiatan adalah Ibu-Ibu PKK Desa Karangtinggil dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Karangtinggil, Bapak Gatot Sukoco, serta Ibu Kasun Mulung dan Ibu Kasun Karang Kawis.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep dasar, teori, serta tahapan pembuatan. Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN menjelaskan dua metode pengomposan yang berbeda. Metode pertama menggunakan bahan tambahan berupa biofad dan bioaktivator, metode kedua memanfaatkan limbah air cucian beras yang dicampur dengan gula merah sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme pengurai. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai waktu pemanenan dan cara penggunaan pupuk.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos. Praktik dimulai dengan pembuatan kompos menggunakan metode pertama dan diakhiri dengan pembuatan kompos menggunakan metode kedua. Selama proses praktik berlangsung, Ibu-Ibu PKK terlihat aktif dan antusias dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyiapan bahan hingga proses pencampuran. Keterlibatan langsung peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong penerapan pengomposan secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Karangtinggil mampu memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bernilai guna. Kegiatan ini mendukung SDGs nomor 17 melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.
